Mungkin kita tidak pernah melihat bintang-bintang bergerak, walapun mereka bergerak dengan kecepatan lebih dari sejuta kilometer per hari. Kita tidak pernah melihaat pohon tumbuh, atau memperhatikan diri kita yang semakin tua tiap harinya. Kita bahkan tidak melihat jarum jam yang bergerak.
Kita cenderung berfikir lebih statis lalu terkejut dengan perubahan yang terjadi di alam semesta ini, salah satunya adalah diri anda. Coba sisihkan waktu sejenak untuk merenungi makna kehdupan ini. Arti perjuangan ini, guna mengangkat masa depan anda yang jauh terpidah dari diri anda. Renungan terhadap apa yang tela kita capai dan lakukan dalam kehidupan ini.
Hal yang serupa, saat sahabat Nabi r yang memerintahkan agar kita bermuhasabah sebelum menemui hari penghisaban amal, yaitu dengan tuturnya :
Sediakan beberapa saat dalam sehari untuk merenung. Merenunglah dalam keheningan, jangan sibukkan fikiran dengan hal-hal yang berat baginya. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Bukankah selama sehari anda disibukkan dengan berbagai macam hal, pikiran dan hati anda perlu istirahat sejenak merenungkan apa yang anda perbuat. Merenunglah dan dapatkan ketenangan batin karenanya.
Beberapa hal yang perlu anda renungkan saat jiwa telah terkuasai oleh hawa nasfu, dan saat itulah anda merasakan begitu berat menahan nafsu yang telah mengakar dalam jiwa bahkan telah mendaji bagian dari hidup anda.
Saya yakin anda ingin jalan yang lwbih baik dari sekarang, karena sudah menjadi fitrah manusia, bahwa ia selalu menginginkan kebaikan untuk dirinya. Namun, tinggal bagaimana kita memilih jalan hidup tersebut. Karena sebagian orang yang ingin merasakan kebahagiaan hidup justru ia malah menjalani jalan kehidupan yangn membawa pada kesengsaraan.
Tidalah sedikit kita temui seorang pejudi misalkan, ia ingin mencari kehidupan yang bahagia dengan jalan berjudi, padahal judi yang ia lakukan akan memberikan hasil kehidupan yang justru bertolak belakang dengan apa yang ia harapkan. Seorang pecandu narkoba, karena ingin hidup bahagia ia rela menghisab narkoba, padahal narkoba akan merusak masa depannya. Seorang pecandu zina, hanya karena ingin mendapatkan kebahagiaan ia rela berzina, padahal zina akan merusak kehidupannya.
Mulailah merenung dan merenung untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Arif Hidayat
10/22/2010 M ( MA )
