Aku ingin bersua dengan kawan-kawan tercinta. Ingin mengucap sebuah kata. Kata yang tak luput dari sesal dan dosa. Karena aku adalah manusia yang tak lepas dari kesalahan dan lupa. Begitulah tabi’at manusia.
Mby, ini adalah sarana tuk mengungkapkan isi hati yang terpendam. Tapi bukan berarti aku tak punya kawan.
Dari mana kan aku awali, hm,m bingun juga. Ah rasanya pengen nerusin yang kemaren. “ Napa Hatiq semakin sempit”. Soale aku udah temukan jawabannya dari seorang Ust dan hasil dari membaca buku-buku islami ato majalah. Semakin terang Allah menerangi jalanku. Semakin jelas Allah tujuki hidayahku. Entah, namun aku selalu berharap agar aku temukan jalan yang baik lagi lurus.
Kawan, bukankah sudah menjadi tabi’at insan bahwa kita ingin mendapatkan yang lebih baik jika memang tidak mendapatkan yang paling baik. Begitu dengan aku,,,, Mungkin sebagian kawan akan memanggil aku dengan panggilan “ Virus ”, karena mereka anggap aku suka bikin ulah, karena aku sering membuat mereka resah, kecewa, sakit hati. Dan ini memang terjadi padaku, namun apakah salah jika kini aku ingin merubah potensi menjadi Anti Virus ato bahkan menjadi tukang scannya sekaiyan.
Aku rasa ini baik buat aku, aku tepat mengambil keputusan, namun kenapa kawan yang pernah kecewa padaku sampai kini tak dapat menerima kehadiranku sebagai anti virus, tak dapat menerima perubahanku. Nampaknya sudah terpatri dalam hati mereka, aku adalah virus yang sulit diprcaya perubahannya.
Yah,,, bias jadi karena aku keterlaluan menyakiti mereka. Terlalu sakit, terlalu kecewa, walau maaf telah terucap lewat kata, namun hati tak mampu menerima. Duh,,,, repot deh.
Mungkin ini sebagai hukuman, namun tak akan memutus semangatku ntuk jadi yag lebih baik, bukankah masih ada waktu, masih ada kesempatan ntuk mengembalikan reputasi yang telah terluluh lantahkan oleh citraku yang buruk.
Tapi, aku berlindung dari beramal untuk selain mengharap wajah Allah. Aku berubah bekan karenamu kawan, aku berubah karena kesadaran, ingin menggapai rahmad dan ridho-Nya yang selamanya aku idm-idamkan.
Wah,,, jadi ngalor – ngidul kemana-mana. Kapan-kapan terusin yach….
Masih ada tema Berusaha, Do’a, Sabar, Dan Istiqomah. Moga menjadi pelajaran kita kawan, jangan pernah sakiti hati orang, Maaf yang tulus tak semudah kedipan, dan tak semudah pula membalikkan tangan.